Segalanya bercampur disini, tentang komputer, berita-berita, kesehatan, curhat, ada disini

Tulisan Dari Dhika


Archive for the ‘Curhat’


Parkir Tanpa Membayar 0

Posted on February 11, 2009 by Dhika

Saya pernah loh parkir gak bayar, yang seharusnya bayar. Waktu itu saya pernah parkir di pinggir jalan.

Saat saya datang dan hendak parkir, kemudian seorang tukang parkir itu melayani saya dengan memandu saya dalam memarkir mobil. Saya memarkir mobil itu sambil menunggu kerabat untuk membeli suatu hal. Saya hanya menunggu di dalam mobil dengan mesin tetap hidup.

Setelah saya parkir disitu beberapa lama, ada seorang pengendara motor yang hendak parkir. Lalu tukang parkir itu tentu saja sibuk menggeser2 motor untuk memberikan ruangan kepada pengendara yang baru datang itu.

Dan pada saat itu saya hendak meninggalkan tempat itu. Saat sedang sibuk memindahkan motor itulah saya langsung bergerak mundur, dan kemudian langsung meninggalkan tempat itu.

Ha ha haaaa………….

Share

Dapet Untung 0

Posted on February 03, 2009 by Dhika

Waktu itu, saya dari Bandung, menuju Jakarta. Saya pergi dengan menggunakan bus.
Setelah menaiki bus, biasanya saya diberi karcis sama keneknya, kemudian saya langsung membayar. Tapi kali ini tidak. Saya tidak bayar sama sekali.
Waktu saya naik bus itu, keneknya tidak memberi saya karcis. Tentu saya tidak membayar. Lalu setelah masuk jalan tol, kenek itu belum juga memberi saya karcis. Saya kira mungkin bayarnya setelah sampai Purwakarta dan beristirahat di tempat itu. Setelah berangkat melanjutkan perjalanan keluar dari Purwakarta, saya kira akan diberikan karcis untuk membayar.
Ada orang yang baru naik dari Purwakarta dan menuju Jakarta. Orang itu duduk di sebelah saya. Kemudian keneknya dateng untuk menagih bayaran. Tetapi ternyata kenek itu tetap belum memberi karcisnya kepada saya. Kemudian saya pikir sepertinya penumpang lainnya sudah diberi karcis dan membayar saat saya belum menaiki bus itu.
Ya.. udah,,. sampek Jakarta, sampe saya turun dari bus belum diminta bayaran juga. Tarif bus itu 40ribu. Jadi dapet untung segitu deh…

Share

Salah Makan 0

Posted on February 03, 2009 by Dhika

Eh, tau gak,,, saya punya pengalaman unik di restoran sedeng saat di dekat tempat kos saya…
Waktu itu, saya memesan makanan sepiring nasi ayam mentega, bersama teman saya memesan nasi goreng, udang goreng. Di daftar pemesanan itu, teman saya menuliskan disingkat. kata “goreng” menjadi “grg”. Kemudian seluruh pesanan kami sudah dipastikan benar.
Setelah itu, pesanan dimasak. Setelah selesai dimasak, pelayan ngasi pertama, bilangnya ayam goreng, dan langsung saya makan, kemudian datang lagi masakan bilangnya ayam goreng pula. Saya lihat yang saya makan tadinya sebenarnya udang goreng. Kemudian saya tukaran dengan teman sebelah saya. Kemudian, teman saya yang memesan nasi goreng mulai curiga kalo makananya belum dateng. Teman yang pesan nasi goreng itu kemudian bertanya: “Nasi gorengnya belum jadi…?”. Kemudian teman depan saya ke dapur .Ternyata pelayan itu tidak mengerti kalo kata “goreng” itu disingkat “grg”. Barulah dibuatkan nasi gorengnya.
Setelah pesanan nasi goreng datang, tidak lama kemudian sepiring ayam mentega yang sebenarnya datang. Kemudian saya bingung. Ternyata makanan kedua yang saya makan itu daging sapi. Berarti dari tadi itu saya salah menerima.

Share

Hampir Frustasi 0

Posted on February 03, 2009 by Dhika

Waktu itu saya ada tugas, metode matematika ber SKS 4. Saat itu saya menghajar untuk menyelesaikan sampai selesai. Tentu saya kerjakan sampe batas waktu. Batas ngumpulin saat itu jam 16.30.

Sekitar 1/2 jam sebelum batas waktu, saya menyudahi pekerjaan saya. padahal pekerjaan tiu belum selesai 100%. Overall progressnya juga masih tersisa kurang dari 3%. Langsung saja saya simpan pekerjaan saya di folder yang bisa online di dalam kampus.

Kemudian saya langsung bergegas ke tempat pencetakan. Saat itu kebetulan antrian di tempat pencetakan itu pendek. Saya pikir “pasti sempat lah…!” Ternyata orang yang di depan antrian saya itu sedang mengedit2 sesuatu, sampai lama pula. Padahal aturan disitu “hanya ngeprint tanpa edit”. Karena waktu yang lama itu, saya menjadi ingin marah dengan orang itu. Untung saja orang itu melihat saya bahwa saya sedang terburu2. Akhirnya orang itu berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada saya.

Saat saya ingin membuka pekerjaan saya, ternyata eror. Tentu saja saya semakin kesal. Kemudian saya langsung kembali ke jurusan. Saya kemudian minta ke himpunan untuk mencetak pekerjaan saya. Untung saja sedang berfungsi. Padahal waktu sudah lebih dari jam 16.30

Setelah itu saya langsung bergegas ke ruang dosen saya. Saat sampai di depan ruanganya, dosen itu sudah tidak ada lagi. Ruangan sudah gelap. Saya mulai semakin merasa bertambah frustasi.

Akhirnya ada teman saya yang juga belum mengumpulkan tugasnya. Kemudian saya melihat teman saya ke Tata Usaha, dan masih belum tutup. Lalu menuju sebuah rak yang bertuliskan nama dosen. Saya dan teman saya mengumpulkan tugasnya di rak itu. Akhirnya terkumpul juga tugas itu. “Lega rasanya…!”

Share


↑ Top