Posted on
February 06, 2009 by
Dhika
YA AMPUNNN….
Kok ada bocah jadi maling yah ?
Menurut berita hari Jumat 6 Feb 2009, ada bocah yg jadi penjahat.
Kejahatan ini dilakukan oleh MR alias Bsr (13), bocah kelas VI madrasah ibtidaiyah (setara sekolah dasar) di kawasan Tajinan, Malang.
Bocah ini baru saja memimpin sekelompok temannya untuk menjarah toko baju milik Muslimin (29) di Kompleks Ruko Pasar Tlogowaru, Kedung Kandang, Malang. Hebatnya lagi, Bsr, yang sejak Kamis (5/2) diamankan Kepolisian Resor Kota Malang, memimpin sekelompok anak-anak yang usianya lebih tua darinya. Bsr mengaku, sebelumnya telah merencanakan aksi ini. Ide untuk masuk ke dalam toko muncul ketika dia bersama Th (13), rekannya satu sekolah, bermain di ladang tebu.
Ladang tebu ini tepat berada di belakang toko baju milik Muslimin. Lalu dia berpikir kalo dinding belakang dijebol, berarti bisa masuk ke dalam toko. Apalagi, kata Bsr, dia tahu toko Muslimin saat itu memang tengah tutup.
Selain Th, Bsr mengajak dua anak lain. Mereka adalah MB alias Sn (15) dan ZR alias Inl (15). Kedua bocah yang diajak Bsr ini duduk di bangku madrasah tsanawiyah, tetapi masih satu kompleks dengan sekolah Bsr. Mereka semua asal Desa Sumbersuko, Tajinan.Dari rumah, Bsr membawa linggis milik sang ayah. Linggis ini digunakan untuk melobangi dinding tersebut. Bagian menjebol dinding justru dilakukan oleh Bsr dan Th yang notabene usianya paling muda. Sementara itu, Sn dan Inl bagian berjaga dan melihat keadaan sekitar.
Bsr mengaku, butuh sekitar dua jam untuk membuat lubang pada dinding toko tersebut. “Lubangnya sebesar ini,” kata Bsr sambil menggerakkan tangannya, membentuk lingkaran dengan diameter sekitar 1 meter.
Masuk ke dalam toko, Bsr mengambil beberapa kaus oblong warna hitam, celana jeans potongan 7/8, ikat pinggang, dua buah ponsel yang masing-masing bermerek Samsung dan Esia, juga uang tunai Rp 20.000.
Ternyata masih kurang puas………….????
esok harinya Bsr kembali melakukan aksi ini. Kali ini dia mengajak temannya yang lain, yaitu BS alias Slm (14).
Hebatnya tuh selama 4 hari gak ada yg tau.
Namun abis itu, Kamis, saat Bsr, Th, dan para tersangka lainnya mengikuti pelajaran di kelas masing-masing, mendadak kepala sekolah memanggil mereka.
Kemudian di ruang guru sudah ada petugas Reserse Polresta Malang menunggu mereka di ruang guru. Mereka lalu dibawa ke Mapolresta Malang.
Setelah diberi pertanyaan oleh polisi, aksi ini terbongkar. “Jawaban mereka ternyata plinplan dan menunjukkan kebohongan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Ajun Komisaris Kusworo Wibowo.
Mereka pun tak mampu lagi menutupi aksi ini dan mengakui kejadian yang sebenarnya. Dari cara semua tersangka, terlihat jelas para tersangka bukan bocah yang cerdas.
Sumber beritanya ada disini