Hampir Frustasi
Waktu itu saya ada tugas, metode matematika ber SKS 4. Saat itu saya menghajar untuk menyelesaikan sampai selesai. Tentu saya kerjakan sampe batas waktu. Batas ngumpulin saat itu jam 16.30.
Sekitar 1/2 jam sebelum batas waktu, saya menyudahi pekerjaan saya. padahal pekerjaan tiu belum selesai 100%. Overall progressnya juga masih tersisa kurang dari 3%. Langsung saja saya simpan pekerjaan saya di folder yang bisa online di dalam kampus.
Kemudian saya langsung bergegas ke tempat pencetakan. Saat itu kebetulan antrian di tempat pencetakan itu pendek. Saya pikir “pasti sempat lah…!” Ternyata orang yang di depan antrian saya itu sedang mengedit2 sesuatu, sampai lama pula. Padahal aturan disitu “hanya ngeprint tanpa edit”. Karena waktu yang lama itu, saya menjadi ingin marah dengan orang itu. Untung saja orang itu melihat saya bahwa saya sedang terburu2. Akhirnya orang itu berhenti sejenak dan memberi kesempatan kepada saya.
Saat saya ingin membuka pekerjaan saya, ternyata eror. Tentu saja saya semakin kesal. Kemudian saya langsung kembali ke jurusan. Saya kemudian minta ke himpunan untuk mencetak pekerjaan saya. Untung saja sedang berfungsi. Padahal waktu sudah lebih dari jam 16.30
Setelah itu saya langsung bergegas ke ruang dosen saya. Saat sampai di depan ruanganya, dosen itu sudah tidak ada lagi. Ruangan sudah gelap. Saya mulai semakin merasa bertambah frustasi.
Akhirnya ada teman saya yang juga belum mengumpulkan tugasnya. Kemudian saya melihat teman saya ke Tata Usaha, dan masih belum tutup. Lalu menuju sebuah rak yang bertuliskan nama dosen. Saya dan teman saya mengumpulkan tugasnya di rak itu. Akhirnya terkumpul juga tugas itu. “Lega rasanya…!”

