Yang Miskin Dilarang Merokok
Perokok bisa ada dari golongan manapun. Tak sedikit orang yang ternyata rela mengorbankan penghasilannya demi kenikmatan sesaat mengisap asap tersebut. Dan ternyata jumlah perokok dari golongan miskin lebih banyak daripada dari golongan kaya.
Bahkan justru setengah dari penghasilanya dipake untuk beli rokok. Pada keluarga miskin, rokok menempati urutan kedua konsumsi terbesar setelah padi-padian, sedangkan pada keluarga kaya pada urutan keenam.
Coba deh Anda bayangkan, rata-rata pengeluaran untuk rokok pada keluarga miskin adalah 17 kali lebih besar dari pengeluaran untuk daging, 15 kali dari biaya pengobatan, 9 kali biaya pendidikan, 5 kali pengeluaran susu dan telur, dan 2 kaliĀ untuk ikan.
Jika kesehatan terganggu, produktivitas pun akan turun. Tentu saja keluarga miskin harus menanggung akibat yang lebih besar jika ada anggota keluarga sakit karena rokok.
Kalau seperti ini caranya sih malah memperparah keadaan ekonomi orang miskin. Jadi, keluarga miskin harus mikir 2x untuk merokok, karena keluarga ini akan tetap miskin atau semakin miskin. Jadi boleh dibilang kalo orang miskin dilarang merokok


Menarik sekali Info, Tips dan Artikelnya. Semoga bisa di coba .Semangat!
Setuju dengan artikel diatas.
Bisa menyebabkan kanker alias kantong kering.
Mending yg belum ngerasain rokok, lebih baik jangan deh.